Kembali?
Kemarin adalah hari yang melelahkan. Saking sibuknya dan lain-lain, sampai meninggalkan shalat dzuhur dan ashar. Astagfirullahaladzim. Bisa istirahat saat sudah jam set7 malam. Karena udah nggak ada kerjaan dan bingung mau ngapain juga jadi buka aplikasi Al-Quran lewat handphone. Niatnya mau nyari surah Al-'Ashr karena tiba-tiba ngerasa "bener kata Allah.. Demi masa. Sering kali aku terlena oleh nikmat dunia tapi lupa dengan akhirat" kan biar mantep, mau baca lagi tuh semuanya.
Btw, aku baca nya mulai dari An-Naas baru aja nyampe surah At-Takaatsur itu hati aku rasanya gak karuan. Mau nangis. Tiba-tiba ngerasa takut. Ya allah dosa aku banyak banget, sedangkan amal ku sedikit apa cukup?
Langsung ngacir ke belakang ambil wudhu terus shalat. Pas shalat perasaannya sedih dan takut. Shalat udah nggak focus, bacaan shalat ngalir gitu aja tapi pikiran kemana-mana. Ya Allah, ada apa sebenarnya?
Abis shalat tiba-tiba ngerasa kangen baca yaasiin, itu aku lagi dapet hidayah apa ya? Buat menjadi orang lebih baik lagi atau apa? Atau pertanda mau mati?
Dan semalam, mimpi nya aduh absurd banget tapi serem. Pertanda atau hanya bunga tidur semata?
Nggak tahu tuh. Bingung.
Semoga saja semua itu hanya tanda buat aku lebih baik lagi.
Dan beberapa hari terakhir aku kangen banget sama temen-temen sampai bikin nangis padahal udah agak gak kepikiran.
Kenapa bisa inget? Aku ngerasa banyak dosa banget sama mereka. Aku takut aku gak punya waktu buat minta maaf.
Aku suka ngayal, suatu hari nanti aku bisa ketemu sama mereka semua kayak reunian gitu. Terus kita semua udah pada berubah jadi lebih baik. Kita ketemuan di pinggir pantai, semua temen-temen pada ngumpul pasti rame.
Dan suasana di sana pasti udah berubah jauh dari saat aku pergi, mungkin lebih modern dan tertata rapih. Ada mall, rumah sakit besar, dan yang penting ada toko buku.
Aku sering membayangkan seperti itu. Aku bisa kembali dan menyelesaikan semuanya, bertemu dengan teman-temanku. Kembali ya bukan tinggal lagi di sana, aku hanya ingin mengunjungi bukan menetap. Aku tak suka dengan orang-orang di sana terlalu menggunakan bantuan setan untuk segala-galanya, mungkin sebagian orang saja, tapi, jika mata kita terbuka semua itu sungguh banyak dan mengerikan. Dan aku tak mau merasakannya lagi.
Aku hanya ingin mengunjungi beberapa orang saja dan teman-temanku. Untuk mereka? Maaf, aku tak sudi. Kalau pun aku punya sangkutan aku akan membayarnya tapi untuk bertemu langsung aku tak mau. Begitu pula dengan saudaraku, aku tahu salah dan Allah suka orang yang menjaga silahturahmi tapi hatiku masih keras. Aku tak mau menemui mereka lagi walaupun mereka saudaraku. Memang kami punya ikatan darah tapi demi harta mereka tega melakukan ini semua padaku. Jujur, dalam khayalan ku pun aku tak sudi untuk membayangkan bertemu mereka lagi. Semoga waktu bisa mengikis kesakitan yang ada di hatiku untuk mereka yang telah melukai ku.
Dan semoga waktu ku masih panjang untuk bisa bertemu dengan teman-temanku lagi.
"Yaelah wi.. ngapain terus nginget-nginget temen-temen. Emang mereka inget kamu?"
"Biar aja"
"Biar aja tapi sedih kan?"
"Berisik"
Suara bising di kepala ku.
Comments
Post a Comment