** Valentine's Day
14 Februari
Valentine's Day
Ia merutuki hari ini. Orang bilang hari kasih sayang tapi ia tahu bahwa hari kasih sayang itu tidak ada. Duduk di taman sendirian dengan air mata yang mengucur. Berantakan sekali. Rambutnya yang hitam bergelombang terlihat acak-acakan, mata nya yang indah pun berubah terlihat sembab dan merah. Ia meremas kertas yang sedang di genggamnya. Meremasnya sekuat tenaga dengan air mata yang terus mengalir, meremasnya hingga menjadi berkeping-keping seperti hatinya saat ini.
***
Flasback
Seorang gadis terdiam memandangi milk shake miliknya yang masih penuh sejak pertama kali ia pesan, sesekali ia melihat jam tangannya,
"Telat 45 menit, dan dimana ia sekarang?"
Ia memandangi sekelilingnya "ramai" itulah kesan yang di tangkapnya. Di hari valentine seperti ini cafe yang biasanya sepi bisa penuh hingga seperti ini.
Ia mendengar percakapan sepasang kekasih di samping meja nya, ternyata si lelaki melamar sang wanita tepat di hari kasih sayang.
Ia tersenyum dan membayangkan jika ia menjadi wanita itu, di lamar di hari kasih sayang. Ia teringat Adi pacarnya selama 3 tahun ini, banyak waktu yang mereka habiskan bersama, hubungan yang ia pikir sudah pas untuk ke jenjang yang lebih serius. Ia mencintai lelaki itu. Lelaki yang di tunggunya dari 45 menit yang lalu.
"Maaf telat"
"Nggak apa-apa kok"
"Jalanan macet sekali, apalagi tadi ada mobil mogok di depanku"
"Sudahlah, di. Mau minum apa?"
"Lemon tea saja"
Ia memandangi lelaki itu. Kemeja biru donker, kacamata, dan peluh di keningnya.
"Pasti macetnya sangat parah hingga ia berkeringat seperti itu" pikirku.
Ia menggaruk tengkuknya sesekali, menyeruput lemon tea nya secara perlahan.
"Pasti ia akan melamarku. Lihat saja wajah gugupnya sekarang"
Aku tersenyum melihatnya.
"Kenapa?" Tanyanya.
"Tidak hehe.."
"Ada yang mau aku omongin sama kamu, le"
"Ah pasti ini... i do Adi. I DO !"
"Haha.. ngomong aja kali, kamu ini kayak kita baru kenalan aja. Kita ini udah 3 tahun pacaran, Di."
"Hmmm... aku..."
"Ya?"
"Ini.."
Surat? Apa Adi benar-benar gugup hingga tak mampu berbicara langsung. Lucu, tapi romantis.
"Apa ini?"
"...."
"Undangan?"
"Iya.."
"Adi dan...."
"Maaf"
"Ini?"
"Aku bisa jelaskan le, dengar.."
"Kenapa?"
"..."
"Sahabatku?"
"Maaf"
"Hahaha..."
"Alea.."
"Sejak kapan?"
Ia menatapku dengan wajah menyesal atau mungkin takut.
"Satu tahun yang lalu.." cicitnya.
"Di belakangku?"
"Maaf.."
**
Hari kasih sayang..
Tapi hari ini bukan buatku.
Tak ada kasih sayang.
Tak ada bunga.
Boneka.
Coklat.
Hanya sebuah undangan
"Adi dan Raya"
Comments
Post a Comment