Peduli
Yang benar-benar peduli akan menghentikan air matamu jatuh, bukan membuat air matamu jatuh.
Itulan ciutan @fiersabesari lima puluh satu menit yang lalu.
Aku menangguk-angguk membaca cuitannya yang muncul di TimeLine ku.
Aku lagi-lagi tertampar.
Peduli.
Satu kata yang mengandung makna mendalam.
Satu hal yang ku pelajari dalam hidup ku bahwa tak semua orang yang berkoar-koar keras mengatakan 'aku ini peduli padamu' adalah orang yang benar-benar peduli. Mereka hanya punya omong besar, nyatanya saat aku susah saat aku perlu bantuannya walau hanya sekedar pemberi semangat mereka tak ada. Lalu, apa artinya selama ini berseru keras 'aku peduli padamu'.
Dan orang yang selama ini aku anggap sebelah mata dan tak banyak bicara malah ia yang ada dan memberi semangat.
Seperti kata klise jangan bergantung dengan orang lain. Aku sadar nyaman dengan orang lain sampai kita bergantung kepadanya adalah hal salah. Tak selamanya jalan hidup itu indah, tak selamanya semua yang di inginkan bisa di dapatkan.
Pasti akan ada suatu hal dalam hidup yang membuat kita mandiri.
Dan aku sadar bahkan dengan sesadar-sadarnya bahwa mereka tak benar-benar tulus peduli padaku.
Halah, di jaman yang semakin modern ini rasa kepedulian sudah punah seperti dinosaurus.
Katanya peduli tapi ada yang sakit bukan di jenguk secara langsung malah cuma bbm gws eah, met mbuh.
Contoh kecil yang orang lain anggap remeh tapi berarti banyak.
Atau yang sabar ya, mungkin ini cobaan dari Allah. Emang awalnya gimana? Aku nggak tahu loh. Itulah sekelumit tipu muslihat pura-pura peduli padahal curi-curi informasi.
Manusia semakin hari semakin cerdik, tapi sayang di gunakan untuk hal-hal licik.
Karena terkadang seseorang memelukmu sedemikian eratnya, bukan karena ia peduli. Tapi hanya ingin mencuri-curi informasi.
Bagiku orang-orang seperti itu akan terus mencari mangsa untuk ia beri kepedulian palsunya, padahal ia sedang mencari bahan untuk gosip yang akan ia sebarkan.
Tapi, yang benar-benar peduli pun bisa membuat air matamu jatuh tapi bukan karena kesedihan, rasa kecewa, rasa putus asa tapi karena kebahagiaan. Kebahagiaan bahwa ternyata sejatuh-jatuhnya ia, sekelam-kelam hidupnya masih ada orang yang benar-benar tulus padanya, memberikan ia semangat, walau jarak terbentang dan semua berubah tetapi tetap ada.
Comments
Post a Comment