Penyendiri

Aku melihatnya..

Ia yang sering kali diam di saat orang lain tertawa. Memeluk tubuhnya sendiri begitu erat, "kenapa?" Tanyaku.

Ia hanya menggeleng lemah.

Melihat hujan dengan mata sendunya, keningnya berkerut seakan memikirkan sesuatu yang sulit lalu perlahan ia memegangi dadanya. Selalu seperti itu saat hujan turun.

Ia bilang ia suka aroma tanah basah saat pertama kali turun hujan, aku tanya "kenapa?"

Ia hanya terdiam dan berucap mengingatkanku pada masa kecilku, sebuah kenangan yang terus bertambah setiap hari.

Terkadang ia menengadahkan tangannya, membiarkan dinginnya air hujan menyentuh tubuhnya yang telah lama dingin oleh kesepian.

Entah kenapa ia sangat suka memeluk dirinya sendiri begitu erat.

Aku sering melihat matanya berkaca-kaca dan langsung ia usap sebelum air mata itu turun dan membasahi wajah sendunya.

Ia lebih banyak diam.

Tak banyak kata yang terucap dari bibirnya yang mulai biru.

Aku melihatnya..

Saat ia menangis sesenggukan di tengah gelapnya malam.

Aku tak tahu apa yang ia tangisi tapi ku rasa itu sesuatu hal dari hidupnya.

Ia terkadang terjaga di malam hari.
Tak tidur tapi terpejam.

Ku lihat ia begitu menikmati lukanya.

Aku melihatnya..

Sampai aku tersadar, ia hanyalah seseorang yang begitu kesepian.

Memeluk dirinya sendiri karena tak ada yang memeluknya.

Berfikir sendiri karena tak ada yang bisa ia tanya pendapatnya.

Ia hanya seseorang yang tak punya teman dalam hidupnya.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love