Selama dua bulan ini aku mengamati, orang yang bicaranya tinggi dan suka merendahkan orang lain kebanyakan adalah orang yang hidupnya malah nol besar.

Meremehkan orang lain sedemikian rupa, membanggakan yang tak sebarapa, halo cantik di luar sana banyak yang lebih darimu tetapi mereka diam.

Yang beneran punya gak bakal banyak bicara.

Jangan memandang orang lain rendah karena kau tak bisa seperti mereka. Kalau ingin ya berusaha, jangan cuma nyinyir.

Sebagian orang berapi-api menceritakan kejelekan orang lain padahal tanpa sadar ia menceritakan kisah hidupnya sendiri.

Cantik, tanpa perlu kau berbicara sampai mulut berbusa orang lain bisa menilai mana yang benar.

Jangan percaya bila mendengar ucapan 'aku mah orangnya gak mau ngurusin hidup orang lain, bla, bla,' tapi setiap hal yang di lakukan orang lain selalu di komentari dengan pandangan merendahkan.

Jangan percaya bila mendengar ucapan 'dia mah orang nya gini, gitu, anu, itu, ini, bla, bla' tetapi ciri-cirinya sama persis seperti yang bicara.

Cantik, kenali dirimu sendiri sebelum mengenali orang lain.

Apalagi jika mendengar 'aku mah kalau salah ya ngaku salah nggak bakal mengkambing hitamkan orang lain' tapi jika ia salah ia mencari-cari kesalahan orang lain supaya bisa menyalurkan kekesalannya.

Teman yang baik tidak seperti itu.

Menjelek-jelekan orang lain di belakang tetapi di depan sangat manis itu bahaya cantik. Kalau seperti itu kau tak ubahnya ular berbisa.

Kau benci setengah mati seorang penjilat tanpa kau sadar kau sendiri seperti apa.

Hati-hati membicarakan orang lain, jangan sampai tertukar dengan ceritamu sendiri.

Sekali lagi yang beneran punya gak bakal banyak bicara.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love