Bendera Kuning

Aku melihat banyak kematian setiap hari. Iring-iringan dengan bendera kuning.
Hari ini aku menonton, mungkin esok aku di tonton.
Bukankah hidup adalah ketidakpastian?
Berhembus.
Melayang.
Kedinginan.
Kegelapan.
Kesepian.
Aku melihat ada yang tertawa, berduka, bergembira, dan menahan lara.
Kepergian.
Aku tak tahu kapan bagianku.
Apakah ada orang yang bersedih saat aku pergi? Mungkin hanya orang tuaku.
Aku tak tahu mengapa aku ingin menulis ini, tapi, jika aku pergi aku ingin pergi dengan tenang.
Dengan tak ada beban yang membelengguku, dengan kepergian yang sewajarnya, dan yang paling aku harapkan jika aku harus pergi semoga aku mempunyai banyak bekal untuk perjalananku selanjutnya.
Kematian.
Mengapa hanya orang-orang yang sedang tersesat saja yang mengingatnya?
Yang hidup ingin mati.
Sedang yang mati begitu menginginkan kehidupan.
Sebanyak dan sebagus apapun baju yang kita punya pada akhirnya hanya kain putih yang menutupi.
Semewah dan sebagus apapun kendaraan yang kita punya pada akhirnya hanya keranda yang mengantar.
Sebesar dan sebagus apapun rumah yang kita punya pada akhirnya hanya lubang berukuran 2x1 m yang akan kita tempati.
Kematian begitu nyata di depan mataku.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love