Bunga Tidur -Tulus
Bekas gincu di sudut bibir kiri
Di depan cermin sabtu pagi
Aku tak tahu ini punya siapa
Cukup jauh dari mabuk rasanya
Untuk tak bermimpi entahlah
Ini pertanda apa
Sering malu karna sujud
Hanya bila tertekan duhai pria
Yang mengaku-ngaku dewasa
Kurun kebal membeku
Dididihkan pun tak mampu
Ini dia si jago pemalu
Bila kau pikir aku sekuat itu
Dua empat tujuh aku bahagia
Kau salah kawan
Ku dilindungi dendangan
Ini musikku dia pagar jarak pandangmu
Mustahil tak bercelah
Di depan cermin sabtu pagi
Aku bicara dengan pantulanku
Bunga tidur bisa membawamu terkubur
Jauh dari sekedar angka hantui pikiran
Kadang aku jatuh cinta
Kadang naik si pitam
Kadang gelap malam
Kadang semua tuli
Selama ku lihat engkau senang
Yang lainnya ku simpan sendiri
**
"Selama ku lihat engkau senang yang lainnya ku simpan sendiri"
Eh ada ceritanya.
Sejak pertama kali dengar, uhuy! Ini lagu bagus banget. Etapi emang semua lagu-lagu Tulus bagus-bagus dan suka semua sih.
Dari sepenggal lirik di atas kok bisa ngena banget ya buat hidup aku.
Selama aku lihat orang-orang yang aku sayang bahagia dan tertawa semua sedih, duka, dan lara aku simpen sendiri.
Entah sejak kapan itu udah jadi prinsip aku.
Sampai kemarin aku sakit.
Udah di titik nyerah, dilema yang luar biasa untuk memilih sampai akhirnya milih ngelepas semuanya.
Aku takut, pasti semua orang terdekat bakal marah sama pilihan ini. Bakal ngejauhin, bakal caci maki atau apa.
Tapi semua ketakutan ku nggak terjadi. Mereka bener-bener care dan tahu gimana kondisi aku.
Selama ini aku nggak pernah bilang sakit atau apa, karena ya seperti prinsipku, selama yang lain senang sakit pun di rasa sendiri.
Aku rasa baik-baik aja, sampai banyak yang bilang kalau nafas aku pendek-pendek, sering banget sakit-sakitan. Dan banyak yang berasumsi aku sesak nafas karena apa-apa di pendem sendiri, mau marah, kesel, atau sedih aku nggak pernah mau bilang.
Aku males aja harus ribut-ribut, selama masih bisa nahan kenapa nggak? Itu pikiranku. Tapi akhir-akhir ini sesak nafasnya udah parah banget. Dan banyak orang yang khawatir walau aku bilang nggak apa-apa.
Dan kejutannya mereka nggak marah saat bilang aku nyerah. Mereka lebih mementingkan kesehatan aku. Katanya biar nggak terlalu banyak pikiran.
Ternyata sakit juga ada hikmahnya ya.
Karena jujur saat dilema kemarin alasan aku nyerah adalah aku gak mau mati sia-sia dengan mendem segala keperihan seorang diri. Aku juga mau menikmati hidup dan gak terbebani oleh satu lain hal.
Ya begitulah.
Dan lirik "Sering malu karena sujud hanya bila tertekan duhai pria yang mengaku-ngaku dewasa" itu juga ngena banget. Dulu sering bikin pm bbm atau bikin tweet pake lirik ini hahaha..
Jujur deh, saat tertekan pasti inget Tuhan kan? Padahal kalau lagi happy pasti ngerasa nih gue, apa lo semua nggak ada apa-apanya, ngerasa segalanya tapi saat lagi jatuh pasti yang di inget Tuhan? Ya kan? Ya kan?
Comments
Post a Comment