Bismillah
Mengapa pikiranku selalu ramai dan sibuk, kemana aku harus melangkahkan kaki untuk menyepi?
Kemarin aku menertawakan sekarang aku di tertawakan.
Kemarin aku meremehkan sekarang aku di remehkan.
Jika benar hidup seperti roda yang berputar, berarti tak ada bahagia atau pun kesedihan abadi? Semua rata, bukan begitu?
Lalu, mengapa ada orang yang seluruh hidupnya di liputi kesedihan? Apakah ia kurang bersyukur?
Benarkah setiap perbuatan akan ada balasan? Lalu, perbuatan apa di masa lalu yang ku lakukan sehingga aku menjadi begini? Jauh dari Tuhan?
Tak pandai bersyukur✔
Jarang beribadah✔
Pemalas✔
Kurang sedekah✔
Sombong✔
Berburuk sangka✔
Jarang beribadah✔
Pemalas✔
Kurang sedekah✔
Sombong✔
Berburuk sangka✔
Dan masih banyak lagi.
Dosaku sangat banyak padahal aku baru 17 tahun di dunia ini.
Bukan berarti karena aku selalu menulis dengan mengatakan agar orang lain berfikir dengan apa yang di lakukannya tapi aku sendiri tak bercermin. Aku bercermin setiap waktu.
Allah itu Maha Adil. Sudah ku buktikan itu. Semua yang aku fikirkan baik terucap atau tak terucap, baik dan buruknya terjadi padaku sendiri. Aku pernah berfikir si A begini lalu aku pun mengalami nya. Aku pernah berfikir si B begitu lalu aku mendapatkan lebih buruk darinya.
Aku menyadarinya.
Lalu, yang ku lakukan adalah merenungkan itu semua. Betapa aku sebagai manusia biasa yang sangat lemah bisa berfikir aku lebih baik dari orang lain, padahal aku tak bisa apa-apa.
Mungkin tulisan hidupku penuh dengan coretan tinta hitam di masa lalu, semua keburukanku tercatat jelas di sana. Tapi aku tak ingin lagi mengulanginya.
Jika sekarang aku di hina, aku mengakui kesalahanku. Jadi silahkan.
Jika sekarang aku di remehkan, aku mengakui kesalahanku. Jadi silahkan.
Jika sekarang aku di sakiti, aku mengakui kesalahanku. Jadi silahkan.
Aku lebih memilih di siksa di dunia daripada di akherat nanti.
Walaupun aku begini, tapi aku sangat takut akan siksa neraka.
Aku bercermin di diriku sendiri. Mengakui kesalahanku. Jika orang lain mengatakan ini itu, itu hak mereka. Mereka punya mulut jadi terserah mau bicara apa saja, dan aku pun punya telinga hak ku untuk mendengarkan apa saja yang mau aku dengar.
Aku kehilangan segalanya yang ku punya. Rumah yang besar, kendaraan yang banyak, uang, harta benda dan segalanya hingga tak ada yang tersisa. Aku sedih, jujur aku belum seratus persen menerima nya. Tapi, mungkin menurut Allah aku lebih dekat dengan nya saat aku susah dan melupakannya saat aku punya segalanya. Jadi Allah ambil semua yang ku punya agar aku dekat dengannya lagi. Mungkin seperti itu.
Mungkin Allah mengujiku, siapkah aku jika semua yang aku punya di ambil lagi? Masihkah aku tetap dekat dengan Allah saat susah, atau mencari jalan pintas. Mungkin seperti itu.
Atau mungkin teguran?
Allah tau yang lebih baik untuk ku. Kadang yang ku kira baik ternyata buruk, dan sebaliknya.
Mungkin juga ini saatnya aku berbakti kepada orang tuaku, yang sudah melahirkan, merawatku hingga tumbuh besar. Ku kira jika seluruh isi dunia aku berikan ke orang tuaku masih belum cukup untuk membalas jasa mereka.
Inilah saatnya aku bekerja keras. Saat dulu yang ku lakukan hanya diam dan malas-malasan. Padahal setiap hari orang tuaku sibuk bekerja dan yang ku lakukan hanya menonton tv, tiduran, dan main handphone. Sangat jarang aku membantu orang tuaku. Maka, inilah saatnya aku menebus salahku di masa lalu.
Aku lebih menghargai yang ku punya. Dan yang terpenting aku mengetahui semua kesalahanku. Dan aku bisa memperbaikinya.
Maka, nikmat Tuhan manakah lagi yang kau dustakan?
Alhamdulilah masih bisa makan.
Alhamdulilah masih ada tempat berteduh dari panas dan hujan.
Alhamdulilah diberi kesehatan.
Alhamdulilah masih bisa membuka mata, mengucap syukur, menghirup udara, memperbaiki diri. Dan masih banyak lagi yang bisa di syukuri.
Alhamdulilah masih ada tempat berteduh dari panas dan hujan.
Alhamdulilah diberi kesehatan.
Alhamdulilah masih bisa membuka mata, mengucap syukur, menghirup udara, memperbaiki diri. Dan masih banyak lagi yang bisa di syukuri.
Ya Allah jika semua masalah yang sedang hamba hadapi ini semua karena perbuatan hamba, tingkah laku hamba, hamba memohon ampun ya Allah. Angkatlah semua beban hamba, semua masalah hamba.
Ya Allah ya rabbi engkau adalah pemilik semua alam semesta. Engkau yang menciptakan semuanya, engkau yang mempunyai segalanya. Berikan hamba jalan keluar dari semua permasalahan yang sedang hamba hadapi sekarang. Engkau yang maha kaya, engkau yang punya segalanya, hamba meminta kemudahan rezeki, rezeki yang melimpah untuk dapat melunasi hutang-hutang dan untuk bekal ibadah.
Ya Allah ya rabbi engkau adalah pemilik semua alam semesta. Engkau yang menciptakan semuanya, engkau yang mempunyai segalanya. Berikan hamba jalan keluar dari semua permasalahan yang sedang hamba hadapi sekarang. Engkau yang maha kaya, engkau yang punya segalanya, hamba meminta kemudahan rezeki, rezeki yang melimpah untuk dapat melunasi hutang-hutang dan untuk bekal ibadah.
Comments
Post a Comment