Yang Mengaku Sebagai Keluarga

Mana bisa aku sebut kau keluarga jika demi harta kau tega menghancurkan kehidupan saudara kandungmu sendiri. Kau tua kau dewasa namun semakin bertambah umur kau semakin gila.
Bagaimana aku bisa menghormatimu bila kau setiap waktu mencoba berbagai cara agar kami tiada. Demi harta kau bahkan dengan entengnya membuat orang lain binasa. Saudara saudara aku tak bisa menyebutmu keluarga.
Demi uang kau tukarkan keluargamu sendiri. Demi uang dengan dalih kekeluargaan.
Bagaimana bisa kau menipu orang lain sedemikian rupa? Mencipta cerita membakar api fitnah semakin membara. Sadarkah yang kau bakar adik kandungmu sendiri? Keluargaku.
Tapi aku hanya anak kecil yang tak bisa apa-apa. Tak bisa menahanmu melakukan itu pada keluargaku. Tapi aku yakin keadilan pasti ada walau mungkin datangnya di akhir.
Tipu dayamu dengan di bantu iblis pujaanmu sungguh membuatmu geram. Sudah sejak lama bahkan sejak aku di sekolah dasar luka yang kau beri sudah menggunung.
Kau meneluh, meracun, menipu, mengkhianati, memporak-porandakan hingga membuat hancur saudaramu sendiri. Tapi kau tak pernah sadar akan kelakuanmu, gila harta sudah membuatmu buta.
Berapa cerita lagi yang akan kau buat untuk membuat kami semakin tersudut? Cerita karangan fiktifmu belaka. Meliarkan pikiran gilamu supaya membuat saudaramu sendiri semakin sakit.
Yang kau hancurkan habis-habisan itu bapakku adik kandungmu sendiri, keluargaku. Aliran darah kalian sama dilahirkan oleh ibu dan bapak yang sama, bagaimana bisa?
Que sera sera
Yang terjadi terjadilah.
Hidupku ku pasrahkan pada Tuhan. Mau susah, mau senang, mau sedih atau tertawa. Aku tak bisa menghentikan jalannya hidup. 

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love