Waktu

Waktu akan selalu membuat yang dekat menjadi asing. Yang ada menjadi tiada. Semua ada masanya. Makanya ada yang namanya tanggal kadaluarsa.

Waktu juga akan membuktikan mana yang benar-benar peduli atau hanya mencari informasi. Waktu akan membuktikan siapa saja orang-orang yang setia atau ada maunya saja.

Waktu membuat semua teka-teki menjadi jelas. Mungkin butuh waktu lama tapi hasil takkan mengelabui proses. Terjatuh? Nangis. Terjatuh? Nangis. Terjatuh? Bangkit. Semua butuh waktu. Begitu juga menyadarkan bahwa hidup bukan hanya untuk tertawa, maka kerja keras adalah jawabannya.

Waktu adalah seleksi alam. Siapa saja pada akhirnya yang tetap tinggal di segala keadaan.

Maka jika kau jatuh berkali-kali dan masih ada orang yang peduli, ingat, jika sudah sukses nanti orang tersebut menjadi urutan pertama untuk di bahagiakan.

Saat jatuh mungkin kau akan di tinggalkan, kau akan kecewa, kau akan menangis, kau akan meratap, tapi semua butuh waktu.

Kesedihan juga ada kadaluarsanya.

Semua akan indah pada akhirnya.

Kapan?

Ya, nanti. Kalau usahanya udah bener-bener keras, udah istiqomah, udah bener-bener ikhlas.

Ngeluh, kok gak berubah-berubah?

Emang kamu udah usaha apa aja? Udah berusaha sekeras apa? Udah ikhlas belum sama semuanya? Udah berpasrah belum sama Allah? Yakin usahanya udah mati-matian?

Kalau yang di lakuin cuma ngeluh dan gak berbuat apa-apa sih kapan bisa bahagianya?

Iya, ini gue tulis buat lo Dew. Lo kan bisanya cuma ngeluh, usaha dong. Semangat! Masa depan pasti berubah kalau lo juga berusaha. Yakin sama kekuatan Allah. Yakin sama kekukatan doa. Yakin sama kekuatan usaha. Jangan patah semangat. Nangis boleh asal gak meratap. Sudah tumbuh menjadi sebesar ini masa milih mati karena putus asa? Musim kemarau juga ada masanya. Bertumbuh bukan hanya harus dapat kucuran cahaya, walau di kegelapan dan di tempat bawah tidak ada alasan untuk tidak tumbuh. Bertumbuhlah sampai mencapai kepermukaan. Semangat ya Dewi, masa lalu boleh kelam masa depan lampu 100 watt.

Yang selalu mendoakanmu,
Dirimu sendiri,
Dewi.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love