Apakah

Selamanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati karena aku merasa aku tidak layak mendapatkannya. Berbahagia di saat aku masih membuat orang lain terluka. Dan aku terus bertanya-tanya apa mereka juga melakukan hal yang sama? Tertekan merasakan kebahagiaan karena telah melukai ku? Terlepas meraka mengatakan ini dan itu tentangku. Aku tidak pernah ingin hidup dengan menyakiti siapapun atau pun di sakiti siapapun.

Aku ketakutan untuk menunjukan jika aku merasakan kebahagiaan walau hanya kebahagiaan kecil saja karena aku takut akan pandangan orang lain tentangku. "Sudah membuat orang lain terluka, pergi begitu saja dan sekarang dia bahagia. Tidak punya malu!" atau mereka melihat bahwa hidupku mulai baik-baik saja dan memulai lagi permainan lama; meneluh, menyakiti, dan mulai menghancurkan segalanya lagi.

Untuk semua kegilaan mereka aku merasa lelah dan takut. Lelah untuk selalu bertanya kapan semua ini akan berakhir dan takut jika harus mengalami kehancuran lebih besar lagi di masa depan dan takut jika nanti aku menyerah.

Untuk satu waktu aku begitu takut akan kematian, kematian yang disebabkan karena ulah mereka. Tapi di suatu waktu lain aku begitu menginginkan kematian saat aku merasa semuanya sudah sangat melelahkan.

Bertarung dengan pikiran diri sendiri antara pikiran jahat dan baik. Aku selalu bertanya sebenarnya aku ini apa? Apakah benar bahwa aku bukan orang baik? Apakah benar anggapan mereka bahwa aku orang jahat?

Jauh di lubuk hatiku aku ingin sekali jadi orang baik. Aku sudah merelakan segalanya dan belajar untuk memaafkan semuanya, tapi jika mereka mulai menyakitiku lagi rasanya aku tidak bisa membendung amarahku. Aku akan marah-marah tak jelas, mengatakan kata-kata kotor dan sumpah serapah tapi jika aku sudah tenang aku mulai memaafkannya lagi dan lagi. Itulah yang sekarang sedang aku lakukan.

Beberapa waktu kebelakang aku merasa baik-baik saja. Tidak ada resah yang harus aku tenangkan oleh tulisan. Tidak ada gundah yang bisa aku ceritakan. Tapi hari ini aku ingin menenangkan hatiku untuk sekian kali lagi bahwa aku berhak untuk merasakan kebahagiaan.

Ya Allah, walaupun aku dianggap bukan orang baik apakah aku masih berhak merasakan kebahagiaan? Atau memang aku tidak layak mendapatkannya?

Aku memohon jawaban Mu. 

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love