Pistanthrophobia
Pistanthrophobia adalah fobia atau ketakutan untuk mempercayai orang karena pengalaman masa lalu yang negatif atau buruk.
Mungkin terlalu berlebihan untuk mengatakan sebagai sebuah fobia namun sekarang aku berubah menjadi manusia yang tidak pernah bisa lagi mempercayai seseorang. Atau mungkin aku yang terlalu suuzdon terhadap dunia dan segala isinya. Kepercayaanku berulang kali dipatahkan bahkan sering kali oleh orang yang sangat aku percaya dan aku sayang, jadi setiap kali aku melihat seseorang yang aku pikirkan pertama kali adalah dibalik senyum palsu yang mereka perlihatkan tersimpan sisi gelap yang dingin.
Kemana pun kaki ku melangkah seberapa jauh pun itu yang kudapati adalah manusia-manusia yang sama. Sering sekali aku berjumpa dengan mereka manusia yang menyandang derajat tinggi tapi sangat rendah kelakuannya.
Dimana-mana manusia melakukan pesugihan, dimana-mana ada manusia yang merasa sangat berkuasa dengan santetnya, bahkan yang paling aku muak adalah orang yang mengerti agama dengan sangat dalam yang hanya menjadikan agama hanya sebuah topeng untuk menutupi keborokannya.
Aku tak bisa lagi mempercayai orang tuaku seberapa besar pun aku sayang pada mereka karena aku takut tersakiti dan bahkan yang paling membuatku tersiksa adalah aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri. Beban yang ku pikul sangat berat, beban pikiran yang tidak ada liburnya bahkan dalam mimpiku.
Aku belum cukup dewasa untuk sanggup menerima tentang kehidupan yang fana ini. Panggung sandiwara dengan berbagai cerita.
Kalau dalam hidup sudah hilang kepercayaan, yang bisa ku lakukan apa?
Mungkin terlalu berlebihan untuk mengatakan sebagai sebuah fobia namun sekarang aku berubah menjadi manusia yang tidak pernah bisa lagi mempercayai seseorang. Atau mungkin aku yang terlalu suuzdon terhadap dunia dan segala isinya. Kepercayaanku berulang kali dipatahkan bahkan sering kali oleh orang yang sangat aku percaya dan aku sayang, jadi setiap kali aku melihat seseorang yang aku pikirkan pertama kali adalah dibalik senyum palsu yang mereka perlihatkan tersimpan sisi gelap yang dingin.
Kemana pun kaki ku melangkah seberapa jauh pun itu yang kudapati adalah manusia-manusia yang sama. Sering sekali aku berjumpa dengan mereka manusia yang menyandang derajat tinggi tapi sangat rendah kelakuannya.
Dimana-mana manusia melakukan pesugihan, dimana-mana ada manusia yang merasa sangat berkuasa dengan santetnya, bahkan yang paling aku muak adalah orang yang mengerti agama dengan sangat dalam yang hanya menjadikan agama hanya sebuah topeng untuk menutupi keborokannya.
Aku tak bisa lagi mempercayai orang tuaku seberapa besar pun aku sayang pada mereka karena aku takut tersakiti dan bahkan yang paling membuatku tersiksa adalah aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri. Beban yang ku pikul sangat berat, beban pikiran yang tidak ada liburnya bahkan dalam mimpiku.
Aku belum cukup dewasa untuk sanggup menerima tentang kehidupan yang fana ini. Panggung sandiwara dengan berbagai cerita.
Kalau dalam hidup sudah hilang kepercayaan, yang bisa ku lakukan apa?

Comments
Post a Comment