Penggembala Gila
Hanya diri sendiri yang tak mungkin orang lain akan mengerti.
Pada akhirnya semuanya adalah perbuatan keluarga sendiri. Lebih kejam dari orang lain, karena parasit ini menggerogoti dari dalam.
Memang benar bahwa kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita akan dilahirkan, namun jika ada satu kesempatan aku tidak pernah ingin dilahirkan di tengah keluarga besar yang buas, yang tega menyakiti anggota keluarganya yang lain demi harta.
Ini semua tidak seperti yang mereka tahu. Sorak sorai nyanyian hidupku adalah salah lirik. Manusia-manusia gelap mata mengubah lirik kedalam jebakan yang mereka buat. Tapi aku tahu walau semua orang di dunia ini tuli dan buta akan kebenaran Tuhanku tahu segalanya.
Dalam tubuh boleh mengalir darah yang sama, namun saat hati nurani dikuasai setan bisa apa?
Dalam dunia harta adalah satu-satunya. Aku harus kaya tak perduli saudara ku sendiri aku korbankan, pikirnya. Merangkai fitnah kejam yang semakin membakar saudaranya sendiri. Si kayu kering yang sudah kehilangan tumbuhnya. Kehidupan yang direbut paksa oleh nafsu saudaranya.
Kamu adikku sayang. Tapi sayang, maafkan kakakmu ini karena kakak sangat menginginkan hartamu maka mati lah engkau dalam tanganku. Tapi tunggu, kau sekarat lah dulu sebelum aku habis memeras hidupmu. Kamu kambing hitam kesayanganku. Manusia bodoh karena selalu diam saat aku aniaya. Bagus sekali adikku sayang.
Itu hanya fikiranku. Aku berfikir mungkin itulah yang mereka fikirkan akan keluargaku.
Aku si kambing hitam dungu yang selalu diam saat di siksa dan hanya bisa menangis saat dunia menyanyikan fitnah yang tak aku lakukan.
Good job! Aku menunggu bagaimana akhir cerita ini akankah kambing hitam dungu ini yang mati atau penggembala gilanya yang mati dimakan hatinya sendiri.
Mari kita lihat.
Comments
Post a Comment