Pulang
Pada setiap tanya akan kepulanganku, aku sendiri pun bertanya apa aku mampu?
Dan lautmu yang selama belasan tahun mendekapku kini perlahan hilang hingga menjadi kenang.
Aku bertanya-tanya sudah menjadi apa kini kampung halamanku yang digadang-gadang telah tumbuh semakin asri.
Ratusan hari aku menangisi kepergianku meninggalkan semuanya yang mengikatku, laut, keluarga, pendidikan, dan teman-temanku. Hatiku patah, rasanya sakit tak terkira. Remuk redam mimpiku dihancurkan dalam sekejap. Hidup yang selalu kubanggakan melemparku ke dasar jurang tanpa persiapan. Tapi tidak apa, manusia tumbuh dengan luka.
Kadang saat aku mendengar lagu-lagu di handphoneku pikiranku seperti terbang meninggalkan kenyataan. Lari pada kenangan yang samar-samar telah terlupakan, membangkitkan nyeri yang ada didada. Berkecamuk dan bercakap tiada henti, sangat ramai dipikiranku sendiri. Kadang aku menangis diam-diam. Mengelap air mata yang bahkan tak sempat jatuh di pipiku, aku tidak suka saat orang lain melihatku menangis. Tapi kini, kutahan semua yang membebaniku dengan ikhlas yang ku tanamkan di hatiku, kubilang "kali ini jangan menangis, hati. Kita sudah baik-baik saja sekarang, pun seterusnya". Ku rapalkan itu kuat-kuat karena hati akan selalu terbebani kalau kita sendiri tidak berusaha menyembuhkan, karena hatiku berhak untuk bahagia bukan hanya selalu sendu memikirkan yang telah berlalu.
Ku maafkan segalanya yang memberatkan langkahku untuk tumbuh. Aku memaafkan mereka dan diriku sendiri. Kita manusia wajar bila melakukan kesalahan yang membuat saling terluka, namun tidak wajar jika terus menyimpan dendam yang semakin menggerogoti dada, membuat kita sakit jiwa dan raga.
Biarlah yang berlalu aku simpan sebagai pelajaran untuk hidupku. Pahit dan manisnya hidup membantuku semakin dewasa. Akan aku buang Dewi yang selalu dalam kegelapan. Akan aku buang Dewi yang selalu jauh dari Tuhan. Akan ku buang jauh-jauh dalam masa laluku. Kini aku harus melangkah, menata hidupku kembali seperti dulu. Mungkin tidak persis seperti dulu karena kini aku akan berusaha menjadi yang lebih baik lagi.
Walaupun aku selalu sedih dan menangis saat orang-orang bertanya apa aku akan pulang atau tidak, aku percaya dimana pun aku berada jika aku hidup dengan Allah disisiku aku sudah pulang.
Comments
Post a Comment