Himawari
Boleh jadi lagu-lagu Taylor Swift yang membuat hatimu goyah akan pendirianmu yang kau anggap sudah ikhlas. Boleh jadi lagu-lagu Adele yang tiba-tiba membuat air matamu jatuh dipipi, mengalir sampai hilang tersapu tangan malu-malu terlihat orang. Boleh jadi lagu-lagu Ed Shareen yang membuat kepalamu sibuk bekerja mencerna kata demi kata yang seperti pembenaran. Tak apa, hatimu masih bekerja. Ia menyimpan kenang; luka maupun bahagia.
Mungkin kau merindukan deru angin disepanjang pantai, udaranya yang asin, baunya yang khas, dan ombaknya yang tak pernah lelah mengikis karang, tapi, apakah kau yakin jika sudah melihatnya lagi hatimu akan bahagia? Tapi rindu memang kurang ajar bila tidak dituruti maunya, ia menyiksa batinmu terus menerus membuatmu sakit dan lelah.
Boleh jadi, rindumu, hanya palsu belaka. Perasaan lelah diikuti mereka yang membuat otakmu bekerja memutar roll film bernama masa lalu. Yakinlah, hidupmu kini baik-baik saja.
Jalan yang dikira jauh ternyata terasa dekat. Jalan yang dikira menakutkan justru membuatmu menemukan jati diri. Kejatuhan tidak semua tentang kesakitan bukan? Kejatuhan membuatmu dewasa, mengerti, melihat, dan tumbuh.
Kau, rumput kecil yang terinjak-injak namun berusaha terus berbunga. Genangan air yang dinyinyir banyak mulut namun membasahi yang berdebu. Daun jatuh yang menjadi pupuk bagi yang lainnya.
Dewi, terimakasih sudah mencoba, bertahan, berusaha, dan tidak menyerah. Aku bangga padamu. Kau tumbuh.
Comments
Post a Comment