Lautan Kata Seni
Katamu lautan mengingatkan tentangku.
Temanku berkata padaku jika aku tak boleh menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain apalagi teman. Tidak boleh berharap bahwa akan menjadi teman selamanya dan selalu ada saat kita membutuhkan. Katanya, berkabar cukup menanyakan kabarnya beberapa bulan sekali, lalu sudah. Jika mengetahui teman baik-baik saja sudah cukup. Egois katanya bila aku menginginkan ditemani di segala keadaan apalagi berharap dihubungi duluan tanpa berani memulai.
Saat kamu menanyakan kabarku lewat instagram kemarin, yang pertama terlintas di kepala ku adalah aku harus mengabaikanmu. Percakapan kita yang panjang yang aku harap dengan bahagia kamu abaikan begitu saja dulu, maka kali ini aku pun harus begitu.
Tapi, pagi tadi saat aku sedang dalam perjalanan untuk bekerja tiba-tiba aku teringat perkataan temanku tadi. Dan aku memutuskan untuk membalas pesanmu sekarang.
Katamu, kamu habis melihat lautan bersama Mey dan teringat padaku.
Bagimu lautan mengingatkan padaku. Bagiku segala hal selalu mengingatkan aku padamu, Sen.
Dulu aku mendamba gunung dan melupakan lautan. Sekarang saat semua sudah menjadi angan lautan pun hal yang selalu aku rindukan.
Untuk segalanya aku sudah mulai lupa. Lupa akan segala rasa marah dan rinduku pada semuanya yang ada pada masa laluku. Itu lah hal yang membuat aku bertahan hingga detik ini, karna aku mulai lupa. Dan sayangnya kamu ada dalam "kotak kenangan" yang mulai aku lupakan.
Sekarang dadaku tak sakit lagi saat mengingat tentang kampung halamanku, tentang orang-orangnya, tentang lautan. Sekarang air mataku sudah tak menetes lagi. Aku mulai sembuh, Sen. Aku tau itu pun hal yang kau inginkan juga kan? Kau ingin agar aku sembuh, agar aku bahagia. Maaf bila dalam proses kesembuhanku, sosokmu juga mulai hilang seperti rasa sedihku.
Seni, kau temanku. Sekarang dan selamanya. Terlepas rasa marah dan benciku, aku selalu ingin bertemu denganmu.
Suatu hari nanti mari bertemu dibawah langit cerah, dideru angin pantai sambil melihat lautan luas. Aku ingin memelukmu.
Comments
Post a Comment