Lautan, kataku. Aku ingin kembali pada apa yang aku tinggal pergi. Kapan pulang? tanyanya. Dan pada setiap tanya akan kepulanganku aku sendiri pun bertanya-tanya apa aku mampu. Bukan tak ingin, tapi bagaimana aku bisa kembali jika kepergianku adalah hal yang mereka tunggu-tunggu. Kebahagiaanku adalah ketakutannya dan kesedihanku adalah kebahagiaannya. Pada segala hal yang telah hilang dalam genggamanku, kesehatan adalah nomer satu.
Keluarga, katanya. Namun berusaha membunuh saat iri didada kian bergemuruh. Pada akhirnya ranting rapuh telah gugur sepenuhnya pada kepercayaan yang direnggut paksa dalam kata "keluarga".
Lautan, kataku. Aku ingin kembali pada apa yang aku tinggal pergi. Kapan pulang? tanyanya. Dan pada setiap tanya akan kepulanganku aku sendiri pun bertanya-tanya apa aku mampu. Bukan tak ingin, tapi bagaimana aku bisa kembali jika kepergianku adalah hal yang mereka tunggu-tunggu. Kebahagiaanku adalah ketakutannya dan kesedihanku adalah kebahagiaannya. Pada segala hal yang telah hilang dalam genggamanku, kesehatan adalah nomer satu.
Keluarga, katanya. Namun berusaha membunuh saat iri didada kian bergemuruh. Pada akhirnya ranting rapuh telah gugur sepenuhnya pada kepercayaan yang direnggut paksa dalam kata "keluarga".
Comments
Post a Comment