Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Buatku yang sudah mengalami jatuh dan bangun seorang diri bisa tertawa bersama teman-teman adalah obat yang mujarab.
Bukan lautan yang menghangatkan, bukan pula gunung menjulang yang menenangkan, tapi teman yang bisa membuat tertawa setiap hari sudah mengangkat beban yang memberatkan pundak.
Dulu, aku tak suka berhubungan dengan manusia lainnya. Karna bagiku mereka sama saja, aku hanya takut jika aku punya teman aku juga akan punya musuh nanti nya. Namun kini aku sudah tak memikirkan itu lagi. Bagiku sekarang teman yang berwujud lebih penting daripada mereka yang tak terlihat dan membuatku menjadi terlihat gila dimata orang lain.
Katanya dulu saat mereka pertama bertemu denganku aku begitu pendiam dan banyak melamun. Berbicara sendirian dan tak pernah melihatku tertawa, tapi beberapa bulan kebelakang mereka semua selalu mengejekku cerewet dan galak. Seperti petasan yang disulut api, berisik tiada henti. Katanya, aku berubah. Dan aku bahagia. Bisa tertawa dan hidup normal lagi. Aku sembuh.
Aku kira aku hanya akan berakhir dengan kematian yang sia-sia, dengan keputusasaan yang ingin kubawa mati, dengan amarah dan dendam yang ingin aku balaskan. Dulu segalanya begitu gelap. Tapi Allah begitu sayang padaku walaupun aku dulu sering melupakannya. Allah beri aku cahaya saat aku merasa semua jalan begitu gelap. Allah beri aku teman saat aku serasa akan mati dalam kesepian. Allah beri aku kesehatan saat aku hampir menyerah akan semuanya. Allah beri semua yang aku butuhkan, walau bukan hal-hal yang aku inginkan tapi beginilah cara kerja hidup; kejutan tiada akhir.
Dan kamu tau? Beberapa hari terakhir cuaca sangat panas dan aku merasa hangat. Kenapa? Karena aku rindu sekali dengan kampung halamanku dan cuacanya sama seperti dulu. Hangat itu terasa sampai dihatiku. Walaupun aku rindu, kini aku sudah tak menangis atas segalanya yang telah pergi. Aku mengerti hidup hanya tentang datang dan pergi. Merelakan dan ikhlas adalah kunci agar bahagia. Tidak baik rasanya menyimpan kesedihan pada hati yang rapuh membuat ia semakin ringkih. Walaupun kadang hidup begitu sulit dan masalah datang silih berganti aku bersyukur dengan segala yang aku miliki saat ini.
Tulisan ini, tulisan dalam blog ini menemani aku beranjak dewasa, saksi bisu bagaimana labilnya anak manusia ini. Getir dan perihnya hidup, tentang bahagia, tentang arti jatuh dan bangkit. Bagaimana aku jatuh cinta dan tak percaya pada semuanya. Tentang marah dan rindu. Tentang dendam dan keputusasaan. Blog ini terlalu banyak mencatat kesedihan dan amarah. Tapi blog ini adalah satu-satunya teman yang menemaniku saat masa-masa terberatku. Saat aku berpikir untuk mati dan merasa tenang lagi saat sudah menulis. Saat aku berpikir untuk bangkit dan bersyukur dan aku selalu membaca ulang tulisanku sebagai penyemangat, bahwa seingin menyerahnya aku pada hidup aku pernah begitu optimis, bahwa setidakpercayanya aku pada segalanya yang ada didunia ini aku pernah bermimpi setinggi langit.
Seringkali aku berpikir bahwa aku tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan, tidak pantas untuk mendapatkan teman, tidak pantas untuk hadir ditengah-tengah keramaian, dan perasaan tidak cukup baik untuk segalanya. Namun kini aku berjanji untuk segalanya aku ingin tidak menyerah.
Aku ingin membahagiakan orang tuaku. Aku ingin diingat menjadi teman yang baik. Aku ingin selagi aku hidup, hidupku membawa berkah bagi yang lainnya sampai nanti aku pergi.
Yang datang dan pergi. Semuanya memberikan cerita dihidupku, buruk dan baiknya aku jadikan pengalaman. Bahwa aku si bocah amatiran ini berusaha sangat kuat untuk menjadi pemberani, walau belum untuk orang lain setidaknya berani untuk diri sendiri.
Untuk segala tangis dan tawaku, untuk rindu dan marahku, untuk keluarga dan temanku, untuk mereka yang mengisi jalan hidupku aku ingin membuktikan bahwa aku mampu.
Aku tidak mati dalam kesia-siaan. Aku berjuang hidup. Aku berjuang untuk segala yang telah hilang dalam genggamanku.
Kini aku miskin dan tak punya apa-apa, bingung esok masih bisa makan atau tidak, pusing memikirkan semua, tapi ada satu yang kalian harus tau: kini aku bahagia. Bahagia atas segala yang ku punya.
yang patah tumbuh, yang hilang berganti.
-dalam perasingan, Minggu, 5 November 2017
Comments
Post a Comment