Losing

Hari ini aku ingin melupakan semuanya, amarah dan masa laluku. Aku jatuh. Aku merindukan lautan.

Hidup tenang dipegunungan atau melihat lautan luas; dua-duanya tak aku dapatkan.

Air mata kadang begitu melelahkan. Bosan dengan hidup tapi aku tahu ada yang sedang berjuang mati-matian untuk tetap hidup. Aku tahu aku menjadi manusia yang tak bersyukur tentang kesempatan hidup.

Perasaan sedih yang aku rasakan sekarang, terngiang masa lalu, dan membenci orang-orang di sekelilingku. Aku mengutuk semua orang tapi seperti meminum racun kepada diri sendiri aku menginginkan mereka merasakan penderitaan yang aku rasakan tapi yang mati malah diriku.

Merasa menjadi manusia gagal. Kehidupan yang tak menarik. Tiap hari terkena santet dan guna-guna, perasaanku sudah mati rasa. Aku sudah lelah bahkan untuk membenci mereka. Tetangga ataupun keluarga. Aku hanya hidup sendirian didunia ini jika tak ada orang tuaku. Aku lelah menghadapi kemunafikan mereka. Keluarga yang hangat di luar namun begitu mengerikan jika melihat ke dalam. Apa gunanya ilmu agama? Jika mengetahui baik dan buruk saja tidak bisa? Untuk apa mempunyai mata? Jika melihat yang baik dan buruk saja tidak bisa? Untuk apa mempunyai hati dan akal pikiran? Jika membedakan baik dan buruk saja tidak bisa?

Aku kehilangan sebagian jiwaku sebagai makhluk sosial. Rasa percaya dan empati. Hatiku menjadi keras karena berkali-kali memaafkan lalu harus memaafkan lagi. Terus berulang hingga aku mati kebosanan.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love