I try to loving my self
Kadang aku merindukan diriku yang dulu, bahkan tanpa kemunafikan aku rindu pada diriku dimasa muda karena berkecukupan dalam materi.
Kini aku yang telah tumbuh menjadi dewasa hanya menjadi sosok palsu yang aku sendiri begitu muak mengakuinya.
Saat-saat tulisan menjadi temanku satu-satunya, kini aku mati hanya dengan malas membaca.
Begitu banyak yang ingin aku lakukan hanya saja begitu malas untuk mewujudkan nya.
Mencintai diri sendiri, mengapa sesulit ini?
Menatap iri wujud orang lain tanpa ada rasa syukur sedikitpun tumbuh di hati.
Bagiku, dunia ini terlalu panggung sandiwara. Aku begitu muak sampai tahap aku menyadari bahwa akulah salah satu wayangnya.
Menjadi sosok baik dihadapan manusia yang lainnya, padahal hatiku menjerit tak suka. Kemunafikanku saat ini akankah membawaku ke Neraka mu Ya Allah?
Mulut manis yang penuh bisa, iri hati tumbuh didada. Bagaimana aku bisa kembali putih seperti sedia kala?
Bukan dengan cara bersekutu dengan setan, tapi menghancurkan diri sendiri yang kini sedang aku lakukan.
Allah itu Maha Adil, Maha Penyayang, Maha Pemaaf dan Pengampun, Maha Pelindung. Harusnya itu sudah menumbuhkan bunga syukur di dadaku, tapi kenapa bunga itu layu?
Kehidupan fana yang kujalani kini, semoga menuntunku kearah yang benar. Semoga setiap jalan hidup yang kulalui adalah jalan yang tepat menuju ridhomu Ya Allah. Allohuma aamiin...
Comments
Post a Comment